Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
NASIONALPinrang

Wabup Pinrang Dukung Penuh Kurikulum Antikorupsi Masuk Sekolah

5
×

Wabup Pinrang Dukung Penuh Kurikulum Antikorupsi Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

Nasional

Example 468x60

Bidik Jurnalis, Pinrang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI resmi meluncurkan panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi sebagai strategi preventif membangun karakter bangsa.

Langkah ini merupakan kolaborasi besar antara KPK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Acara yang digelar secara virtual ini, diikuti oleh seluruh kepala daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten Pinrang yang berkomitmen penuh mengimplementasikan program tersebut di tingkat daerah, pada Senin (11/5/2026).

​Lebih dari Sekadar Penindakan
​Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum. Menurutnya, membangun budaya jujur harus dimulai dari bangku sekolah.

“Pendidikan antikorupsi adalah langkah strategis untuk membangun karakter bangsa yang bersih. Kita harus mencegah pola hidup koruptif dari semua lini sejak usia dini,” ujar Setyo.

​Peluncuran ini, dinilai sejalan dengan misi Asta Cita Presiden RI. Beberapa poin utama yang disampaikan oleh para menteri terkait.

​Kemendagri, disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyebut program ini sebagai bentuk nyata pencegahan korupsi secara sistemik. Sementara Kemendikdasmen, Menteri Abd. Mu’ti menekankan bahwa pendidikan harus menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kekuatan karakter untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

​Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, yang mengikuti kegiatan secara video conference, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergitas kementerian dan lembaga tersebut. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pinrang siap memastikan bahan ajar ini tersampaikan kepada siswa di daerahnya.

“Jika budaya jujur sudah ditanamkan sejak dini, kita optimis generasi mendatang akan menjalankan amanah dengan bersih di semua lini,” ungkap Sudirman.

​Melalui implementasi bahan ajar ini, diharapkan tercipta transformasi sosial di mana masyarakat masa depan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moral, integritas, dan rasa tanggung jawab yang kuat demi pemerintahan yang bersih.
(*/C4L1)

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250