Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Sikka

Dapat Kucuran Dana Rp 14 Miliar, Belasan Sekolah di Sikka Segera Diperbaiki

0
×

Dapat Kucuran Dana Rp 14 Miliar, Belasan Sekolah di Sikka Segera Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Sikka – Kabupaten Sikka mendapatkan alokasi anggaran khusus dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp 14 miliar untuk program revitalisasi sekolah tahun 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko mengatakan, program revitalisasi untuk menangani sekolah dengan sarana dan prasarana rusak berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kementerian memprioritaskan sekolah berdasarkan Dapodik yang dilaporkan dan diperbaharui langsung oleh pihak sekolah, ” ujarnya kepada media ini, Kamis, (21/5/2025) di ruang kerjanya.

Patrisius mengakui adanya sedikit persoalan terkait data Dapodik. Beberapa satuan pendidikan tidak memperbaharui data mereka dengan baik, sehingga faktanya terdapat sarana yang rusak berat, namun tidak terakomodir dalam program tersebut.

“Saat ini, kami sedang mengadakan pelatihan bagi para operator bersama Badan Penjamin Mutu Pendidikan untuk melakukan validasi dan verifikasi data Dapodik, ” kata dia.

Patrisius menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat 19 sekolah di kabupaten Sikka yang direvitalisasi, terdiri dari dua PAUD, tujuh SD, dan 10 SMP, dengan total anggaran sekitar 14 miliar lebih.

Pihaknya kembali mengusulkan program revitalisasi untuk tahun 2026. Untuk tingkat SMP, dari 20 sekolah yang diajukan dan terverifikasi, baru enam sekolah yang dipanggil untuk mengikuti bimbingan teknis dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), sehingga masih tersisa 14 sekolah.

Sementara untuk tingkat SD, dari 87 usulan, hanya 84 diverifikasi. Tiga sekolah gagal diverifikasi karena persoalan status tanah lahan yang belum bersertifikat.

Dari 84 sekolah tersebut, 44 diantaranya diminta melengkapi dokumen administrasi, dan tiga sekolah telah dipanggil untuk mengikuti bimtek dan penandatanganan PKS. Untuk tingkat PAUD terdapat 36 usulan.

“Yang sementara berjalan mengikuti Bimtek dan penandatanganan PKS yakni enam SMP, tiga SD, dan dua PAUD. Sedangkan lainnya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian, ” terang Patrisius.

READ  Jalan Hewokloang-Ohe Nyaris Putus, Akses Tiga Kecamatan Terancam Lumpuh

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pelaksanannya adalah swakelola. Penanggung jawabnya pihak sekolah, namun panitia pelaksana berasal dari unsur masyarakat.

“Karena swakelola, perencanaan disusun oleh sekolah dan didampingi oleh konsultan Dinas, kemudian diselaraskan melalui bimtek bersama tim teknis kementerian, tim pendamping SD dari Universitas Indonesia, serta tim fasilitator UNDANA, ” ujar Patrisius.

Ia menerangkan, terkait pengelolaan keuangan, dana ditransfer langsung dari Kementerian ke rekening sekolah. Tugas Dinas PKO hanya melakukan pendampingan dan pengawasan secara kedinasan, termasuk memfasilitasi administrasi, karena rata-rata sekolah masih didampingi dalam hal penyusunan pertanggungjawaban.

“Kami dari dinas tetap melakukan pengawasan, tetapi karena ini swakelola, kami berharap banyak pada masyarakat. Jika ada sisa anggaran dari perencanaan awal tiga ruang, sisa keuangan tersebut tidak dikembalikan dan boleh diselesaikan untuk menambah sarana pelengkap di sekolah, ” terangnya.

Patrisius menyampaikan, Kabupaten Sikka saat ini memiliki 338 SD yang terdiri atas, 207 sekolah negeri dan 131 sekolah swasta. Sementara itu, jumlah SMP mencapai 91 Sekolah dengan rincian 40 sekolah negeri ada 51 sekolah swasta.

“Sebagian besar sekolah masih membutuhkan renovasi bangunan karena keterbatasan anggaran daerah dan kondisi fisik yang sudah mulai rusak akibat termakan usia serta bencana alam seperti banjir, angin kencang dan erupsi Gunung Lewotobi, ” kata dia.

Patrisius berharap, program revitalisasi sekolah ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan mutu pendidikan. Program difokuskan pada pembangunan fasilitas yang mendukung Standar Pelayanan Minimal seperti ruang guru, toilet, dan ruang kelas agar proses kegiatan belajar mengajar lebih aman dan nyaman.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250