Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Maumere

GMNI Sikka Bongkar Dugaan Penganiayaan Berulang, Setelah Ocang Kini Korlap Aksi Jadi Korban

0
×

GMNI Sikka Bongkar Dugaan Penganiayaan Berulang, Setelah Ocang Kini Korlap Aksi Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Maumere — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka resmi melaporkan oknum anggota kepolisian Paulus Charles Rondo ke Propam Polres Sikka atas dugaan tindakan kekerasan terhadap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Stefanus Bura, saat demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalnya Ade Noni dalam kasus pembunuhan.

Ketua DPC GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko, menegaskan bahwa dugaan tindakan represif terhadap kader GMNI bukan baru pertama kali terjadi. Ia menyebut sebelumnya kader GMNI bernama Ocang juga diduga mengalami penganiayaan saat aksi demonstrasi jilid pertama.

ā€œPenganiayaan pertama terjadi terhadap Ocang pada aksi jilid pertama.

Sekarang kembali terjadi terhadap Korlap aksi Stefanus Bura. Ini yang membuat kami menilai ada pola tindakan represif terhadap kader GMNI,ā€ tegas Wilfridus Iko, Sabtu (23/5/2026).

Menurut GMNI, laporan resmi terkait dugaan kekerasan tersebut telah diterima langsung oleh Kasi Propam Polres Sikka, Fransiskus Somba. Selain itu, GMNI juga mengaku telah melaporkan Barkot tersebut ke Mabes Polri agar mendapat perhatian di tingkat pusat.

ā€œKami juga sudah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri supaya prosesnya benar-benar diawasi dan ditindaklanjuti secara serius,ā€ lanjutnya.

GMNI mengaku telah mengantongi sejumlah bukti berupa rekaman video, dokumentasi lapangan, dan keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian. Seluruh bukti tersebut telah dilampirkan dalam laporan resmi ke Propam.

ā€œKami datang membawa aspirasi rakyat dan memperjuangkan keadilan atas meninggalnya Ade Noni.

Tetapi sangat disayangkan karena mahasiswa justru diduga mendapat tindakan represif,ā€ ungkapnya.

GMNI mendesak Kapolres Sikka, Kapolda NTT hingga Mabes Polri untuk memastikan proses hukum dan kode etik terhadap oknum yang dilaporkan berjalan transparan apabila terbukti melakukan pelanggaran.

ā€œHarapan kami jelas, harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. Jangan sampai tindakan represif terhadap mahasiswa terus terjadi di Kabupaten Sikka,ā€ tegas Wilfridus Iko.

GMNI bahkan memberi ultimatum akan kembali turun melakukan aksi demonstrasi dengan massa lebih besar apabila laporan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian.

ā€œKalau tidak ada langkah tegas, maka kami bersama masyarakat dan elemen mahasiswa lainnya akan kembali turun ke jalan. Ini bentuk perlawanan terhadap tindakan represif,ā€ tutupnya.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250