Bidik-jurnalis.com, Maumere – Pelindo Cabang Maumere menggelar doa bersama para frater calon imam di Biara Carmel Beato Dionisius Wairklau pada Kamis, (16/7/2026) di aula kantor Pelindo.
Doa bersama dipimpin langsung oleh Pimpinan Biara Carmel Beato Dionisius Wairklau, Pater Fransiskus Berto Gagu, O.Carm, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada para frater calon imam dan pemberkatan di area pelabuhan Laurentius Say Maumere
General Manager Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program berbagi berkah menjaga keselamatan pelabuhan.
“Diharapkan dengan doa bersama, kami bisa mendapat perlindungan dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas bisnis perusahaan, serta terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan, ” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa, kegiatan sosial yang merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Pelindo sebagai bagian dari Danantara berkewajiban memperhatikan kondisi sosial lingkungan, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasional pelabuhan Lorens Say Maumere, ” kata Angga.
Ia menyebut, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yakni doa bersama umat Katolik pada pagi hari, dilanjutkan dengan doa bersama umat Muslim pada sore hari, sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim dan para frater calon imam Biara Carmel Beato Dionisius Wairklau.
Pimpinan Biara Carmel Beato Dionisius Wairklau Maumere, Pater Fransiskus Berto Gagu mengapresiasi dan terimakasih mendalam kepada jajaran pimpinan dan staf Pelindo.
“Bantuan ini sangat berharga dan akan sangat mendukung kelancaran pendidikan para frater calon imam kami yang kuliah di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, ” ujar Pater Berto yang akrab disapa.
Dalam perayaan Ekaristi Kudus yang diikuti oleh jajaran pimpinan, staf dan karyawan Pelindo, Pater Berto menekankan pentingnya pelayanan yang diberikan.
“Pengabdian kalian di Pelindo ini istimewa, seperti halnya Yesus yang dulu memanggil dan memperlakukan para nelayan untuk menjadi penjala manusia, ” ungkapnya.







