Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Pangkep

Mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Laksanakan Seminar EBL II

0
×

Mahasiswa Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Laksanakan Seminar EBL II

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Pangkep – Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar 2026/2027 Posko 12 Desa Gentung Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan kepulauan melaksanakan kegiatan Evidence Based Learning (EBL) II di gedung pertemuan Baruga kantor desa pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan dihadiri Penanggung Jawab (PJ) Posyandu Puskesmas Labakkang Takdir Patompo, SKM mewakili Kapus, Sekretaris Desa Gentung Nurbaya Malik, Sandiza Maryam P. (Koordinator Desa) dan Nurhikmah (Sekretaris) beserta jajaran, para Kader, Petugas kesehatan desa, Staf, aparat dan perangkat Desa serta puluhan tokoh terkait.

Dalam sambutan PJ Posyandu Puskesmas Takdir Patompo mengatakan pihaknya sangat mendukung dan siap menjadi mitra kolaborasi dari pelaksanaan kegiatan mereka nantinya di masyarakat dalam intervensi status gizi di masyarakat utamanya balita, remaja putri, ibu hamil dan sebagainya.

“Kepada para kader untuk mendampingi mereka dalam melaksanakan kegiatan ini, mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama di bidang kesehatan,” harapnya.

Sekdes Nurbaya Malik menyampaikan harapannya, dengan bantuan kecilnya kami begini bisa membantu masyarakat di desa Gentung dalam hal ini terkait intervensi terhadap ibu hamil ibu menyusui baduta balita sama remaja putri.

“Karena itu sasaran prioritasnya kami di PBL 2 ini ada, mau cari titik temu yang kemudian itu nanti bakalan dilanjutkan ke tahap selanjutnya intervensi di tahap EBL 3,” ungkapnya.

Sementara pemaparan materi dari Kordes Sandiza Maryam, Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian pembelajaran berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan gizi dan kesehatan secara langsung di lapangan.

“Pelaksanaan EBL II sekaligus menjadi bentuk implementasi pembelajaran yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-being),” lanjutnya.

READ  Sekda Barru Pimpin Rakor Final Persiapan MPLS Sekolah Rakyat, Pastikan Seluruh Kesiapan Rampung Jelang Pembukaan

Menurutnya pada tahap EBL II, mahasiswa melakukan pendataan serta pengukuran antropometri kepada lima kelompok sasaran prioritas, yaitu remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita, meliputi pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), tinggi badan, panjang badan, serta berat badan.

“Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur pengukuran yang telah distandarkan guna memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, mendukung SDG 3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui deteksi dini kondisi gizi pada kelompok yang rentan,” jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkan kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang bekerja sama dengan pemerintah desa, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Pendataan dilakukan secara door to door maupun di titik-titik pelayanan yang telah ditentukan sehingga seluruh sasaran dapat terjangkau dengan baik.

Selain melakukan pengukuran, mahasiswa juga melakukan wawancara singkat untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi kesehatan, pola makan, dan faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi status gizi masyarakat.

Data yang diperoleh nantinya tidak hanya memberikan gambaran mengenai kondisi gizi masyarakat, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan prioritas masalah yang perlu mendapatkan perhatian. Melalui kegiatan ini, diharapkan berbagai permasalahan gizi yang terjadi pada lima kelompok sasaran prioritas dapat teridentifikasi.

Hasil pendataan dan pengukuran antropometri selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui faktor penyebab serta tingkat urgensi setiap permasalahan yang ditemukan di Desa Gentung. Data hasil EBL II nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan program intervensi pada tahapan Evidence Based Learning berikutnya.

Intervensi yang dirancang diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan solusi yang tepat sasaran dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat Desa Gentung.

Melalui pelaksanaan EBL II ini, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi tidak hanya
mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan di lapangan, tetapi juga
memperkuat peran sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis data dan bukti ilmiah. Tutupnya.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250