Bidik-jurnalis.com, PANGKEP – Bhabinkamtibmas Polsek Pangkajene, Aiptu Amirullah, S.H., bersama unsur pemerintah kelurahan dan Babinsa melaksanakan mediasi problem solving terkait perselisihan yang terjadi di RW 1 Baru-Baru Utara, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Minggu (16/8/2026).
Mediasi tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari Ketua RW 1 Baru-Baru Utara, Makka Tahir, S.Ag., terkait keributan yang melibatkan sejumlah anggota keluarga di Jalan Produksi Baru-Baru Utara.
Dalam penanganan tersebut, Aiptu Amirullah bersama Babinsa Koptu Sujarman, Sekretaris Lurah Bonto Perak Muhammad Nur, S.E., serta Kasi Trantib Edi Harto, S.Sos., turun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.
Perselisihan tersebut berawal ketika Rahmat Hidayat yang diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras terlibat pertengkaran dengan istrinya, Nur Lina. Karena merasa khawatir akan terjadi tindakan kekerasan, Nur Lina kemudian mendatangi rumah kakak iparnya, Niar.
Situasi kemudian berkembang menjadi cekcok setelah Rahmat Hidayat mendatangi lokasi dan mengancam akan melakukan kekerasan terhadap saudaranya. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RW setempat untuk mendapatkan penanganan.
Bhabinkamtibmas bersama unsur terkait kemudian mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dan memberikan ruang untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Dalam kesempatan itu, Aiptu Amirullah memberikan imbauan agar Rahmat Hidayat tidak lagi mengonsumsi minuman keras serta menghindari tindakan yang dapat memicu keributan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Setelah diberikan pemahaman dan pembinaan, yang bersangkutan menyadari kesalahannya dan bersedia menjaga sikap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kapolsek Pangkajene IPTU Hasrul, S.Sos., menekankan kepada seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, agar terus aktif melakukan sambang dan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta warga di wilayah binaan.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai upaya mencegah potensi konflik sejak dini melalui komunikasi dan penyampaian imbauan kamtibmas.
Kegiatan mediasi berlangsung aman dan kondusif. Permasalahan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan dengan harapan seluruh pihak dapat kembali menjaga hubungan baik serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman di lingkungan masyarakat.














