Bidik-jurnalis.com, PANGKEP – Antrean panjang kendaraan terpantau memadati SPBU 74.906.23 Bungoro, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, pada Minggu pagi (13/9/2026). Kondisi tersebut bahkan menyebabkan antrian memanjang hingga ke bahu Jalan Poros Makassar-Parepare, jalur vital penghubung antar-kabupaten.
Menyikapi situasi tersebut, personel Lalu Lintas Polsek Bungoro yang dipimpin Panit Lantas Ipda Sandi Lumele, bersama piket fungsi lainnya, segera turun ke lokasi untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap potensi kemacetan parah serta gangguan Kamtibmas akibat kepadatan kendaraan.
Di lapangan, personel Polri aktif mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan di badan jalan utama. Mereka juga memastikan proses pengisian bahan bakar berlangsung tertib dan aman. Selain mengatur lalu lintas, anggota juga memberikan imbauan humanis kepada karyawan SPBU untuk tetap melayani konsumen dengan sabar dan profesional di tengah tingginya volume pengunjung.
“Kami mengimbau para pengendara untuk tetap mengutamakan budaya tertib dan bersabar selama mengantre. Hindari provokasi atau kesalahpahaman yang dapat memicu konflik di tengah kerumunan,” ujar salah satu personel di lokasi.
Kapolsek Bungoro, AKP H. Syaifuddin, S.Sos., M.M., M.Si., menegaskan bahwa pemantauan di titik-titik rawan seperti SPBU merupakan bagian dari komitmen Polsek Bungoro dalam menciptakan situasi yang kondusif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengelola SPBU, konsumen, dan aparat keamanan.
“Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya untuk menertibkan, tetapi juga memberikan rasa aman. Kami mengajak semua pihak untuk saling menghargai dan mengedepankan sikap humanis agar aktivitas di SPBU berjalan lancar tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya,” jelas Kapolsek Syaifuddin.
Berkat upaya pengaturan dan pengawasan langsung dari personel Polsek Bungoro, situasi di sekitar SPBU 74.906.23 Bungoro terpantau aman, tertib, dan terkendali. Arus lalu lintas di Jalan Poros pun kembali normal, memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan tanpa hambatan signifikan.














