Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
BeritaDAERAHPangkep

Bupati Pangkep Komitmen Jadikan Pelatihan Bahasa Isyarat Agenda Tahunan

302
×

Bupati Pangkep Komitmen Jadikan Pelatihan Bahasa Isyarat Agenda Tahunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

bidik-jurnalis.com, Pangkep 300— Dinas Sosial Kabupaten Pangkep menggelar pelatihan bahasa isyarat sebagai bentuk bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pangkep, Senin (18/5/2026).

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pelatihan ini sebagai agenda tahunan. Ia menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kabupaten Pangkep, termasuk memperluas akses pembelajaran bahasa isyarat.

“Kegiatan ini sudah yang ketiga kalinya dilaksanakan, dan Insya Allah akan menjadi kegiatan tahunan kita di Kabupaten Pangkep. Sebagai bupati, apa pun yang bisa saya bantu akan saya berikan kepada teman-teman disabilitas, khususnya terkait bahasa isyarat ini. Masih banyak dari kita yang belum mengerti, sehingga saya berpesan kepada seluruh peserta agar betul-betul menyimak materi yang diberikan,” ujar Bupati.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup serta mempermudah akses komunikasi bagi penyandang disabilitas di tengah masyarakat.

“Saya harapkan melalui pelatihan bahasa isyarat ini, kualitas kehidupan dan komunikasi kita satu sama lain di Kabupaten Pangkep bisa menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, Jaenal Sanusi, menjelaskan bahwa perluasan pemahaman bahasa isyarat sangat krusial agar interaksi sosial di tengah masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan komunikasi.

“Harapan kami agar bahasa isyarat ini bisa dikuasai oleh lebih banyak orang, sehingga komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat dapat terjalin dengan lebih baik,” ungkap Jaenal.

Ia mengungkapkan, masih banyak penyandang disabilitas yang belum memahami bahasa isyarat, sehingga pelaksanaan pelatihan ini dinilai sangat mendesak. Kendati demikian, ia mengakui bahwa kegiatan ini masih menghadapi kendala anggaran, sehingga jumlah peserta pada tahun ini baru dapat menjangkau sekitar 30 orang.

READ  Momentum Hari Kesadaran Nasional, Kapolsek Segeri Pimpin Upacara di Kantor Kecamatan

“Ke depan, kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar lagi. Namun, karena keterbatasan anggaran, untuk saat ini kami baru bisa menjangkau sekitar 30 orang peserta,” pungkasnya.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250