Bidik-jurnalis.com, Makassar — Estafet kepemimpinan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Kabupaten Gowa kembali bergulir. Haerul Dahlan resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Gowa masa khidmat 2026–2028 membawa mandat untuk melanjutkan kaderisasi sekaligus memperluas kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Pelantikan tersebut berlangsung di Balai Kota Makassar, Pada hari Ahad, 4 Oktober 2026, dan menjadi momentum dimulainya kepengurusan baru KAMMI Gowa untuk periode dua tahun mendatang.
Dengan mengusung tema “Meneguhkan estafet kepemimpinan, menguatkan sinergi gerakan, akselerasi kontribusi KAMMI untuk sulawesi selatan”, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, kader, serta elemen kepemudaan dan masyarakat. Sejumlah senior dan alumni KAMMI juga turut hadir memberikan dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Hadir pula di antaranya Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah, Anggota DPR RI Fraksi PKS Komisi XIII Dr. Hj. Meity Rahmatiah, S.Pd., S.E., M.M., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulawesi Selatan Andi Munawir, S.PT., M.M. yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, serta perwakilan KNPI Sulawesi Selatan Sofyan Tamrin, Dr. A. Irwan Bangsawan, M.Si., selaku Asisten I Pemerintah Kota Makassar yang mewakili Wali Kota Makassar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Dr. Fatur Rahim, S.T., M.T., Anggota DPRD Kota Makassar Ustaz Aswar Rasmin, serta Haikal Sulaiman, S.STP., M.M., Kepala Bidang Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan.
Turut hadir akademisi Ustaz Basri Mahmud, S.KM., Ph.D., para duta Sulawesi Selatan, senior dan alumni KAMMI, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Kabupaten Gowa.
Prosesi pelantikan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi kader KAMMI Gowa untuk melihat kembali peran organisasi dalam menghadapi dinamika kepemudaan dan persoalan sosial yang berkembang di daerah.
Dalam sambutannya setelah pelantikan, Haerul Dahlan menegaskan bahwa posisi sebagai Ketua Umum bukanlah sekadar capaian personal. Baginya, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan keterlibatan seluruh kader.
Ia menyampaikan bahwa perjalanan organisasi tidak boleh bertumpu pada figur tertentu. Kekuatan utama KAMMI, menurutnya, terletak pada kader yang mampu bekerja secara kolektif dan menjaga kesinambungan perjuangan dari satu periode ke periode berikutnya.
“Menjadi ketua bukan tentang mendapatkan posisi, tetapi tentang menerima amanah. Karena itu, apa yang kita lakukan selama kepengurusan ini harus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan.”
Haerul juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk membangun pola kerja yang lebih kolaboratif. Setiap kader diharapkan tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan struktur organisasi, tetapi juga memiliki inisiatif untuk menghadirkan gagasan dan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, KAMMI Gowa akan tetap menempatkan kaderisasi sebagai salah satu fondasi utama organisasi.
Haerul menilai bahwa perkembangan zaman menuntut organisasi kepemudaan untuk terus beradaptasi. Kader tidak cukup hanya memiliki kemampuan berorganisasi, tetapi juga perlu dibekali kemampuan intelektual, kepemimpinan, komunikasi, profesionalitas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Kita ingin kader KAMMI tumbuh sebagai pribadi yang memiliki kapasitas dan karakter. Kaderisasi harus mampu menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, menempa kepemimpinan, sekaligus mempersiapkan kader untuk mengambil peran yang lebih luas di masyarakat.”
Menurutnya, kader yang berkualitas akan menjadi modal penting bagi keberlangsungan organisasi. Karena itu, penguatan kapasitas kader akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kepengurusan KAMMI Gowa selama dua tahun ke depan.
Selain penguatan internal, Haerul Dahlan mendorong KAMMI Gowa untuk semakin terbuka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia mengatakan bahwa organisasi mahasiswa harus mampu keluar dari ruang-ruang internal dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran kader di tengah masyarakat diharapkan tidak sekadar dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi melalui program dan gerakan yang memiliki dampak nyata.
“Kita tidak ingin kader hanya sibuk dengan aktivitas internal organisasi. Ada banyak persoalan di sekitar kita yang membutuhkan perhatian, gagasan, dan keterlibatan anak muda,” kata Haerul.
Karena itu, kepengurusan baru akan berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas, tokoh masyarakat, hingga berbagai kelompok sosial lainnya.
Menurut Haerul, kolaborasi menjadi salah satu cara untuk memperluas ruang kontribusi KAMMI sekaligus mempertemukan berbagai potensi yang dimiliki generasi muda di Kabupaten Gowa.
Bagi Haerul, Kabupaten Gowa bukan hanya wilayah kerja organisasi, tetapi juga ruang pengabdian bagi kader.
Ia berharap KAMMI dapat mengambil bagian dalam berbagai isu yang berkaitan dengan pendidikan, kepemudaan, sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia, serta isu-isu lain yang berkaitan dengan masa depan generasi muda.
“Kita ingin Gowa menjadi salah satu ruang bagi kader untuk belajar mengabdi. Dari daerah ini, kader ditempa agar mampu membaca persoalan, membangun gagasan, dan kemudian menghadirkan solusi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa KAMMI Gowa akan berusaha menjaga komunikasi dengan berbagai pihak tanpa kehilangan identitas dan prinsip organisasi.
Menurutnya, keterbukaan terhadap kolaborasi bukan berarti menghilangkan karakter gerakan, tetapi justru menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat organisasi.
Memasuki masa kepengurusan 2026–2028, Haerul Dahlan mengajak seluruh pengurus dan kader untuk menjadikan dua tahun ke depan sebagai masa untuk bertumbuh bersama.
Ia berharap setiap kader dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing dan menjadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi.
“Kita tidak sedang mengejar bagaimana nama kita dikenang sebagai pengurus. Yang jauh lebih penting adalah apa yang bisa kita tinggalkan setelah kepengurusan ini selesai.”
Haerul menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah kepengurusan tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari seberapa jauh organisasi mampu melahirkan kader yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan dilantiknya Haerul Dahlan sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Gowa periode 2026–2028, babak baru perjalanan organisasi resmi dimulai.
Estafet kepemimpinan kini berada di tangan kepengurusan baru. Tantangannya adalah bagaimana mandat tersebut diterjemahkan menjadi kerja, gagasan, kaderisasi, dan pengabdian yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Bismillah, kita mulai perjalanan ini bersama. Kita jaga amanahnya, kita kuatkan kadernya, dan kita buktikan bahwa gerakan mahasiswa bisa hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Haerul Dahlan.














