Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
DAERAHSikkaSOSIAL-BUDAYA

Bunda Literasi Sikka Ajak Semua Pihak Jadikan Membaca sebagai Budaya dan Gaya Hidup

56
×

Bunda Literasi Sikka Ajak Semua Pihak Jadikan Membaca sebagai Budaya dan Gaya Hidup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Sikka – Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, S.H., secara resmi menyatakan komitmennya untuk menggerakkan budaya literasi hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Sikka. Hal ini ditegaskannya saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Sikka yang berlangsung khidmat di Aula Frans Seda, Jumat (27/2/2026).

Dalam pidato perdananya, Fista menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia menekankan bahwa jabatan Bunda Literasi bukanlah sekadar gelar simbolis di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk membentuk generasi Sikka yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari membaca lahir pengetahuan, dan dari pengetahuan tumbuh karakter serta peradaban,” ujar Fista dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Fista menjelaskan bahwa tantangan literasi di era modern telah berkembang. Literasi tidak lagi sebatas kemampuan mengeja atau menulis, tetapi mencakup literasi digital, keluarga, budaya, hingga informasi. Di tengah derasnya arus informasi, ia mengingatkan pentingnya kemampuan masyarakat dalam memilah fakta guna menangkal hoaks dan konten negatif.

Guna mewujudkan visi tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas gereja, hingga dunia usaha—untuk menjadikan literasi sebagai gerakan bersama. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.

Sebagai langkah konkret, Bunda Literasi Sikka menyatakan kesiapannya untuk bersinergi lintas sektor, melibatkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Dinas PKO, Dinas PMD untuk menjangkau komunitas akar rumput di desa-desa; Pegiat Literasi, Sains, dan Bunda PAUD di seluruh wilayah Sikka.

Fista mendorong penguatan program-program strategis seperti Gerakan 30 Menit Baca Buku di sekolah, optimalisasi pojok baca, serta perluasan layanan perpustakaan bergerak agar akses informasi merata hingga ke kelompok lansia dan difabel.

Menutup sambutannya, Fista Sambuari Kago mengajak seluruh warga Sikka untuk mengubah persepsi terhadap buku. Ia memimpikan sebuah daerah di mana membaca bukan lagi menjadi beban, melainkan sebuah kebutuhan dasar.

“Jika kita ingin melihat Sikka yang maju, maka kita harus mulai dari budaya literasi yang kuat. Mari kita jadikan membaca sebagai budaya dan gaya hidup masyarakat Sikka,” pungkasnya dengan semangat yang disambut antusias oleh para undangan. (Yuven- Bidik jurnalis)

0Shares
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250