Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Barru

Bupati Barru Audiensi dengan Muhammadiyah Sulsel, Kawal Penyelesaian Konflik Masjid Secara Damai dan Kondusif

0
×

Bupati Barru Audiensi dengan Muhammadiyah Sulsel, Kawal Penyelesaian Konflik Masjid Secara Damai dan Kondusif

Sebarkan artikel ini
timestampe=1774691635
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Makassar — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., melakukan audiensi strategis dengan jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam rangka mengawal penyelesaian persoalan yang terjadi di Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri Barru belum lama ini.

Pertemuan pertama berlangsung di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 No. 38 Makassar, Jumat (27/3/2026).

Bupati Barru hadir didampingi Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, bersama jajaran pengurus inti Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Barru menyampaikan secara komprehensif kronologi kejadian di Masjid Nurut Tauhid, termasuk langkah-langkah cepat dan terukur yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru bersama aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan mencegah konflik meluas.

Sebagai penguatan koordinasi, Bupati Barru juga melaksanakan pertemuan lanjutan di Restoran Sandeq, Jl. Pengayoman Makassar. Pada pertemuan kedua ini, Bupati didampingi Plh. Sekda Barru, Kapolres Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., didampingi Ketua dan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Di hadapan pimpinan Muhammadiyah, Bupati kembali menegaskan kronologi permasalahan serta langkah-langkah penyelesaian yang telah dan sedang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Barru.

Pemkab Barru sebelumnya telah menginisiasi rapat koordinasi dan mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait. Hasilnya, kedua belah pihak—unsur Muhammadiyah dan pengurus masjid—sepakat mengedepankan kondusivitas, sehingga aktivitas ibadah kembali berjalan normal.

READ  Pemkab Barru dan Yayasan Ibnu Sina Peduli Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 100 Siswa SD

Bupati Barru menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru tentunya tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut. Kami akan mengawal proses ini sampai tuntas, memastikan setiap langkah berjalan adil, transparan, dan berlandaskan hukum.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan kembali mempertemukan seluruh pihak untuk memastikan penyelesaian yang final, tanpa mengorbankan persatuan dan ketenteraman masyarakat.”jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Barru memastikan akan terus memfasilitasi pertemuan lintas pihak guna mengawal setiap tahapan penyelesaian secara konsisten hingga tercapai solusi yang dapat diterima bersama, termasuk yang terkait kepemilikan aset masjid,

Pada pertemuan kedua tersebut, di hadapan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan dan menegaskan kesiapan penuh aparat dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, menyatakan, Langkah yang diambil Bupati Barru bersama jajaran kami nilai cepat, tepat, dan mengedepankan dialog. Ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kondusivitas umat.

” Kami mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal persoalan ini secara bijak dan berkeadilan.”katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan, Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan solutif. Pendekatan persuasif, mediasi, serta komitmen untuk menuntaskan persoalan

Diharapkan, proses ini tidak hanya menghasilkan kepastian hukum, tetapi juga memperkuat kedewasaan dalam menyikapi perbedaan serta menjadi rujukan penyelesaian konflik sosial secara damai di masa mendatang.

“Kami berharap proses ini terus dikawal hingga tuntas dan menjadi contoh penyelesaian yang berkeadaban.”katanya.

0Shares
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250