Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Pangkep

Desa Taraweang Wakili Sulsel di Penilaian Nasional Desa Berkinerja Baik Percepatan Penurunan Stunting 2025

43
×

Desa Taraweang Wakili Sulsel di Penilaian Nasional Desa Berkinerja Baik Percepatan Penurunan Stunting 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Pangkep – Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, resmi mewakili Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sekaligus Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Penilaian ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Tahun ini, proses penilaian telah memasuki tahap verifikasi dokumen dan wawancara virtual yang berlangsung 11–13 Agustus 2025 oleh tim verifikator pusat melalui Zoom.

Camat Labakkang, Bahri, memaparkan bahwa jumlah balita di Desa Taraweang tercatat sebanyak 335 anak, dengan 33 balita atau sekitar 9 persen teridentifikasi stunting pada Agustus 2025. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Desa juga membina 27 ibu hamil melalui program pemenuhan gizi dan pendampingan kesehatan.

Desa Taraweang mengandalkan tujuh inovasi unggulan untuk pencegahan dan penurunan stunting, antara lain: Bantuan Gizi untuk Balita, Gerakan Pencegahan Stunting Menuju Anak Sehat dan Unggul (Geriting Mantul), Gerakan Penjemputan Bayi Balita (Garpu Bali), Deteksi Kehamilan Menuju Kabupaten Zero Stunting (Dalleta Makessing), Bagi-bagi Door Prize untuk Sasaran Posyandu (Badut Tarsan), Desa Taraweang Peduli Rakyat (Dewan Perak), serta Gerakan Peningkatan Sasaran Posyandu melalui Pengadaan Odong-odong (Gaspol Dong).

Komitmen percepatan penurunan stunting diwujudkan melalui alokasi dana desa sebesar Rp 312.224.625 pada tahun 2024 dan Rp 429.172.000 pada tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program seperti pemberian PMT stunting dan gizi buruk, insentif kader, layanan kesehatan ibu hamil dan remaja, pemeriksaan USG, pengadaan posyandu, penyediaan bak air, hingga sanitasi sumur bor.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pangkep, Andi Ombong Sapada, menjelaskan bahwa penilaian desa berkinerja baik meliputi enam indikator, di antaranya pelaksanaan rembuk stunting, kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM), evaluasi PPS, konvergensi stunting, pemanfaatan dana desa, dan inovasi desa.

READ  Polres Pangkep Gelar Inspeksi Keselamatan Angkutan Lebaran 2026, Pastikan Mudik Aman dan Nyaman

“Dari sembilan desa berkinerja baik di Kabupaten Pangkep, tiga desa terpilih ke tingkat provinsi yaitu Desa Taraweang, Desa Bontobirao, dan Desa Lanne. Desa Taraweang akhirnya ditetapkan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ia berharap penilaian ini mendorong desa semakin aktif dalam percepatan penurunan stunting.

“Kami berharap KPM bukan hanya menginput data, tapi juga menjadi fasilitator dan motivator agar stunting bisa terus menurun di desa,” ujarnya.

0Shares
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250