Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
InggrisINTERNASIONAL

Ketegangan Memuncak: Trump Tolak Bantuan Kapal Induk Inggris dan Sindir PM Starmer

8
×

Ketegangan Memuncak: Trump Tolak Bantuan Kapal Induk Inggris dan Sindir PM Starmer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Inggris – Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak lagi membutuhkan bantuan kapal induk Inggris, sembari menuduh Perdana Menteri Sir Keir Starmer hanya berusaha “ikut campur dalam perang yang sudah dimenangkan.” Ketegangan ini mencuat di tengah operasi serangan udara AS dan Israel terhadap Iran. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyindir niat Inggris yang disebut sedang “mempertimbangkan secara serius” pengiriman dua kapal induk ke Timur Tengah. Trump menegaskan bahwa meski Inggris adalah sekutu besar, AS tidak lagi memerlukan bantuan tersebut dan akan “mengingat” sikap lambat London.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa salah satu kapal induknya, HMS Prince of Wales, telah ditempatkan dalam status siaga tinggi dan siap berangkat dalam waktu lima hari. Namun, Trump menilai langkah tersebut sudah terlambat. Dalam keterangannya di Air Force One, ia menyatakan bahwa bantuan itu seharusnya datang dua minggu lalu. Trump juga melontarkan kritik tajam kepada PM Starmer dengan menyebutnya “bukan Winston Churchill,” terutama setelah Inggris sempat menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer bagi jet tempur AS untuk menyerang Iran pekan lalu, yang memaksa pesawat-pesawat AS terbang lebih lama untuk mencapai target.

Menanggapi kritik tersebut, PM Sir Keir Starmer menegaskan bahwa tugas utamanya adalah menjaga kepentingan nasional Inggris dan menghindari “permainan politik.” Meski akhirnya mengizinkan operasi pertahanan AS dari pangkalan RAF Fairford dan Diego Garcia, Starmer menyatakan bahwa pemerintahannya tidak percaya pada upaya “perubahan rezim dari udara.” Starmer juga bersikeras bahwa “hubungan spesial” antara AS dan Inggris tetap berjalan normal melalui pertukaran intelijen 24 jam. Namun, posisi Starmer kini terjepit di dalam negeri; pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menuduhnya “takut mengambil keputusan” dan terlalu ragu-ragu dalam menyikapi konflik Timur Tengah yang kian memanas.

READ  Paus Leo Serukan Penghentian Kekerasan di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Kondisi ini menandai titik terendah dalam hubungan diplomatik kedua pemimpin. Sementara jet pembom B-1 AS mulai mendarat di pangkalan Inggris untuk operasi defensif tertentu, spekulasi pengiriman kapal induk ke Mediterania terus diredam oleh pihak Downing Street. Di tengah perdebatan ini, mantan PM Sir Tony Blair turut memberikan komentar dalam sebuah acara privat, mengingatkan bahwa AS adalah “batu penjuru” keamanan Inggris yang sangat penting dan sekutu seharusnya selalu “hadir” terlepas dari siapa pun yang menjabat sebagai presiden. (Ant)

0Shares
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250