Bidik-jurnalis.com, Sikka – Di tengah hiruk-pikuk Kampung Nelayan Buton, Kelurahan Kota Uneng, Kabupaten Sikka, berdiri sebuah institusi pendidikan anak usia dini yang menjadi simbol kerukunan umat beragama: PAUD Ikan Kombong. Sejak didirikan pada tahun 2016, PAUD ini telah mengukir kisah dedikasi luar biasa di tengah keterbatasan fasilitas, membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang dalam mencetak Generasi Emas 2045.
Keunikan utama PAUD Ikan Kombong terletak pada jalinan toleransinya yang kuat. Meski mayoritas siswanya beragama Islam, lembaga ini dipimpin oleh Lusia Pelinta Lewar, seorang pendidik beragama Katolik. Kepercayaan penuh dari masyarakat setempat menjadi fondasi bagi Lusia, atau yang akrab disapa Inta, untuk memimpin selama sembilan tahun terakhir. Bersama guru pendamping Yulita Monika Yuvanti dan Rini Fatmawati Sirajudin, mereka bahu-membahu menanamkan nilai-nilai kebaikan tanpa memandang latar belakang religi.

Walaupun menyandang akreditasi C dan masih minim sentuhan bantuan dari Pemerintah Daerah Sikka, prestasi akademik maupun non-akademik siswa PAUD Ikan Kombong terbukti mampu bersaing dengan sekolah lain. Saat ini, kegiatan belajar mengajar masih menumpang di gedung Taman Pengajian Anak Al-Mu’Minin dengan fasilitas yang sangat bersahaja. Minimnya Alat Peraga Edukasi (APE), ketiadaan perangkat laptop, hingga kondisi jendela dan pintu yang mulai rusak, tidak menyurutkan semangat para pengajar.
Tantangan terbesar yang dihadapi para guru adalah kesejahteraan yang masih jauh dari standar. Dengan honor yang bersumber secara terbatas dari dana BOSP serta insentif kelurahan sebesar Rp 250.000 per bulan, mereka tetap teguh menjalankan tugas. Bagi Inta, kunci utama ketahanan mereka adalah ketulusan.
“Kami mengabdi dengan hati. Itulah kunci dasar yang membuat kami tetap setia, meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan yang minim,” ungkapnya.
PAUD Ikan Kombong kini berharap adanya uluran tangan dari pemerintah maupun para donatur untuk membantu perbaikan sarana prasarana. Dukungan tersebut sangat diharapkan agar lembaga pendidikan ini dapat bertransformasi menjadi ruang belajar yang ideal bagi anak-anak di pesisir Sikka, demi menjamin masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa. (Fernando Amor)


















