Bidik-jurnalis.com, Sikka – Sebuah potret inspiratif datang dari anak-anak binaan Pondok Baca Kampung Kabor. Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu libur sekolah dengan bermain, sekelompok anak didik di pondok baca ini justru memilih cara yang luar biasa untuk mengisi waktu luang: bekerja mandiri demi meringankan beban orang tua.
Pendiri sekaligus Pembina Pondok Baca Kampung Kabor, Yanto De Flores, mengungkapkan rasa haru dan bangganya saat menyaksikan kegigihan anak-anak asuhnya tersebut. Ia menceritakan bahwa anak-anak yang telah bergabung dengannya sejak kecil itu kini menunjukkan kedewasaan dengan mengumpulkan pasir di Kali Bronjong untuk dijual.
“Mereka sudah bergabung dengan saya di Pondok Baca Kampung Kabor sejak masih kecil. Hari ini, saya merasa sangat terharu sekaligus bangga melihat mereka mengisi waktu liburan dengan mencari uang sendiri. Mereka mengumpulkan pasir di Kali Bronjong lalu menjualnya,” ujar Yanto De Flores dengan nada penuh apresiasi.


Melihat semangat tersebut, Yanto De Flores tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini. Ia meminta anak-anak tersebut untuk menyisihkan sebagian dari hasil penjualan pasir tersebut sebagai tabungan untuk keperluan sekolah mendatang.
“Saya meminta mereka untuk menyimpan sebagian uangnya agar nanti ketika masuk sekolah, mereka sudah punya uang jajan sendiri. Harapannya, ini bisa sedikit meringankan beban orang tua mereka. Benar-benar luar biasa anak-anakku ini,” tambahnya.
Aksi mandiri anak-anak Pondok Baca Kampung Kabor ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter yang ditanamkan di pondok baca tidak hanya sebatas literasi membaca dan menulis, tetapi juga membentuk mentalitas pejuang dan rasa tanggung jawab terhadap keluarga.
Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Kabupaten Sikka untuk selalu kreatif dan produktif dalam situasi apa pun, serta menghargai setiap tetes keringat dalam upaya membantu orang tua.


















