Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
DAERAHPinrang

Hadapi Fenomena El-Nino Bupati Pinrang Instruksikan Jajaran Gerak Cepat Antisipasi Potensi Gagal Panen

4
×

Hadapi Fenomena El-Nino Bupati Pinrang Instruksikan Jajaran Gerak Cepat Antisipasi Potensi Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

Daerah

Example 468x60

Bidik Jurnalis, Pinrang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

Mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat fenomena El-Nino, Bupati Pinrang H. Andi Irwan Hamid, S.Sos,, memimpin langsung rapat koordinasi menghadapi dampak kemarau panjang, Senin (27/4/2026).

Rapat koordinasi, difokuskan pada langkah-langkah strategis dalam menghadapi dampak El-Nino yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang berdasarkan informasi dari BMKG.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa seluruh pihak terkait harus bergerak cepat dan terukur agar potensi gagal panen dapat dihindari, sehingga produksi pertanian tetap terjaga dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

“Pertanian adalah sektor yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Olehnya itu, setiap langkah antisipasi harus memastikan petani tetap bisa berproduksi dan tidak mengalami kerugian,” tegas Bupati Irwan.

Lebih lanjut, dirinya meminta agar seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk pemanfaatan pompanisasi dan air tanah sebagai solusi menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.

Selain itu, peran penyuluh pertanian juga menjadi perhatian serius. Bupati Irwan menegaskan agar seluruh penyuluh aktif turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari masa tanam hingga panen, sehingga setiap permasalahan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama.

“Jangan sampai petani merasa tidak diperhatikan. Kehadiran penyuluh di lapangan sangat penting agar petani mendapatkan pendampingan yang maksimal,” lanjutnya.

Bupati Irwan juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam pola tanam. Berdasarkan hasil pengamatan, sekitar 1.300 hektar lahan mengalami penurunan produksi dari total 51.000 hektar lahan tanam, yang salah satunya disebabkan oleh ketidaksinkronan waktu tanam.

Hal ini memberikan peluang bagi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk berkembang dan menyebar.

Olehnya itu, dirinya berharap seluruh pihak dapat menjaga keseragaman musim tanam guna menekan potensi serangan hama dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Melalui langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap para petani tetap mampu menjaga hasil produksi, sehingga ketersediaan pangan tetap terjamin dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, dapat terus meningkat di tengah tantangan perubahan iklim.
(*/C4L1)

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250