Bidik-jurnalis.com, PANGKEP – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar menggelar Pelatihan Potensi SAR Pertolongan di Permukaan Air (Surface Water Rescue) di Kabupaten Pangkep.
Pelatihan diikuti 50 peserta dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri dan organisasi terkait lainnya.
Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, di Aula Kantor Bupati Pangkep, Selasa (28/4/2026).
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas pelaksanaan program pelatihan di daerahnya. Menurutnya, tidak semua daerah mendapat kesempatan menjadi lokasi kegiatan tersebut, sehingga kepercayaan itu patut disyukuri.
“Tidak semua daerah dapatkan program ini, Alhamdulillah kami diberikan kesempatan menjadi tuan rumah, ” katanya.
Yusran menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pangkep siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, termasuk memanfaatkan kondisi geografis daerah.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan SDM Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Anggi Mulyo Satoto, menjelaskan, setiap tahun pihaknya memiliki program pelatihan potensi SAR di berbagai wilayah Indonesia.
Namun pada 2026, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan difokuskan hanya di tiga wilayah, yakni barat, tengah, dan timur. Untuk wilayah tengah dipusatkan di Kabupaten Pangkep.
Menurut Anggi, pemilihan Pangkep didasarkan pada tingginya antusiasme pemerintah daerah dalam penanganan SAR, termasuk pengalaman saat penanganan kecelakaan pesawat ATR, serta adanya rencana kolaborasi pembangunan balai pelatihan SDM pencarian dan pertolongan.
“Kami diberikan kesempatan untuk membangun balai pelatihan di wilayah ini. Alhamdulillah, pak Bupati memberikan lahannya,” ujarnya.
Ia mengakui, keterbatasan jumlah personel Basarnas secara nasional Sehingga, peserta diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang diberikan dan menjadi perpanjangan tangan Basarnas saat terjadi kondisi darurat di perairan.
“Kami berharap, seminim apapun yang kami berikan dapat bermanfaat sehingga menjadi perpanjangan tangan kami saat ada kedaulatan, ” jelasnya.
Ketua panitia pelaksana, Haris Supardi, menjelaskan pelatihan akan berlangsung selama tiga hari.
“Giatnya tiga hari. Dua hari materi dan satu hari praktik lapangan di Danau Sehati, Tonasa, ” jelasnya.
Usai menerima materi, selanjutnya Peserta akan mempraktikkan langsung teknik penyelamatan, evakuasi, serta pemberian bantuan dalam simulasi kondisi nyata. Menurutnya, Danau Sehati dipilih karena memiliki kedalaman yang memadai dan telah sering digunakan untuk kegiatan serupa.














