bidik-jurnalis.com, Maros ā Warga Lingkungan Padangalla, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, menyatakan keresahan mendalam terkait kondisi aliran listrik yang tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir. Fluktuasi tegangan listrik yang kerap terjadi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas keseharian warga, tetapi juga telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik rumah tangga, mulai dari mesin cuci, lemari pendingin, hingga perangkat televisi. Warga menilai situasi ini telah berlangsung cukup lama dan menuntut penanganan yang lebih serius dan konkret dari pihak PT PLN (Persero).
Tingkat kekecewaan masyarakat semakin memuncak akibat persepsi mengenai lambannya respons pihak PLN dalam menanggapi aduan yang telah berulang kali disampaikan. Meski pihak pengurus RW setempat telah melayangkan surat aduan resmi ke kantor PLN Maros, warga menilai hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan yang bersifat solutif. Warga menegaskan bahwa mereka tidak mengharapkan respons administratif semata, melainkan tindakan teknis nyata di lapangan agar kerugian materiil yang dialami masyarakat tidak terus bertambah.

Menanggapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak agar pihak PLN segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan listrik di wilayah Padangalla, termasuk melakukan evaluasi mendalam terhadap gardu serta infrastruktur kelistrikan yang diduga menjadi pemicu fluktuasi tegangan. Selain perbaikan teknis, warga juga menuntut transparansi mengenai hasil pemeriksaan serta langkah-langkah mitigasi yang akan diambil oleh perusahaan penyedia energi tersebut.
Tokoh masyarakat setempat menekankan bahwa stabilitas pasokan listrik adalah pemenuhan kebutuhan dasar yang krusial bagi warga. Oleh karena itu, pihak PLN Maros dan PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar diminta untuk memberikan perhatian prioritas terhadap masalah ini guna memulihkan kualitas layanan serta mencegah kerugian lebih lanjut di masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti penjelasan resmi serta tindak lanjut konkret dari pihak PLN terkait penyebab gangguan teknis dan mekanisme penanganan atas kerugian yang telah dialami warga.














