Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
PinrangRagam Daerah

Antisipasi Banjir dan Longsor Pemkab Pinrang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

5
×

Antisipasi Banjir dan Longsor Pemkab Pinrang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

Sebarkan artikel ini

Ragam Daerah

Example 468x60

Bidik Jurnalis, Pinrang — Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama jajaran Polres Pinrang, memperkuat langkah antisipasi dan koordinasi lintas sektor, guna menghadapi potensi bencana alam di wilayah Sulawesi Selatan.
​
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi,, saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Markas Komando Polres Pinrang, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan saat bencana terjadi, melainkan harus dimulai melalui edukasi, langkah antisipasi, dan penguatan sinergi sejak dini.
​
“Seluruh perangkat daerah terkait bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan agar penanganan bencana berjalan efektif dan dampak kerugian dapat ditekan,” ujar Wabup Sudirman.
​
Dalam apel tersebut, Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Mangga Barani yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin.

Kapolda menekankan enam langkah strategis dalam menghadapi kerawanan bencana, meliputi:
​
Pemetaan wilayah rawan bencana,
​Peningkatan edukasi kepada masyarakat,
​Kesiapan personel dan peralatan,
​Penguatan koordinasi lintas sektor,
​Pembentukan posko bencana dan
​Penanganan menyeluruh dari masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
​
Langkah-langkah ini dinilai krusial, mengingat Sulawesi Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
​
Berdasarkan data, sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 270 kejadian bencana di wilayah Sulsel yang didominasi oleh tanah longsor (158 kejadian), banjir (80 kejadian), dan angin puting beliung (32 kejadian).

Sementara itu, pada tahun 2026 hingga saat ini, tercatat telah terjadi 129 bencana, yang terdiri atas 48 tanah longsor, 47 angin puting beliung, dan 34 banjir.
​
Melalui kesiapan personel, sarana prasarana, serta peran aktif masyarakat dalam mengenali lingkungan sekitar, pemerintah berharap perlindungan, akses layanan kesehatan, logistik, dan tempat pengungsian bagi warga dapat terkelola dengan cepat dan tepat saat darurat terjadi.
(C4L1)

READ  Pelepasan Tim Basket Pinrang: Muhtar Tekankan Mental Bertanding dan Sportivitas di PORPROV XVIIl
0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250