Bidik-jurnalis.com, Pangkep – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep menggalakkan budaya bersepeda ke kantor mulai terlihat. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, tampak mengayuh sepeda dari rumah jabatan menuju Kantor Sekretariat Daerah, Selasa (21/04/2026) pagi.
Tidak sendiri, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, dan sejumlah ASN Pemkab Pangkep juga mengikuti kegiatan serupa menuju kantor masing-masing. Aksi ini menjadi langkah nyata mendukung program Bike to Work yang kini digalakkan di lingkup Pemkab Pangkep.
Program tersebut diatur melalui Surat Edaran Bupati Pangkep Nomor 15 Tahun 2026 tentang penggunaan transportasi sepeda bagi pegawai. Seluruh ASN, staf, dan karyawan diimbau membudayakan sepeda ke tempat kerja setiap hari Selasa dan Jumat dengan mengenakan pakaian olahraga.
Bupati Yusran menyebut kebijakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri yang mendorong kebiasaan bersepeda di lingkungan pemerintah daerah. “Surat edaran Mendagri sudah jelas. Kita di daerah mulai dari hari Selasa dan Jumat melaksanakan bike to work,” tegasnya.
Ia berharap program ini dijalankan konsisten oleh seluruh ASN Pangkep. Menurutnya, manfaat yang didapat tidak hanya soal penghematan BBM, tetapi juga menjaga kebugaran tubuh lewat olahraga rutin. “Pimpinan OPD sudah memberi contoh. Tinggal diikuti jajaran di bawahnya agar jadi kebiasaan,” ujar Yusran.
Sekretaris Daerah Pangkep, Hj. Suriani A. Hamid, mengatakan edaran tersebut sudah disosialisasikan ke seluruh ASN, termasuk tenaga pendidik dan pegawai perusahaan daerah. “Sudah banyak yang menindaklanjuti karena manfaatnya jelas. Selain menekan emisi, ini juga efisien untuk penggunaan BBM kendaraan dinas,” katanya.
Kepala BKAD Pangkep, Asri, menambahkan bahwa bersepeda ke kantor sangat efektif menekan pengeluaran bahan bakar, apalagi di tengah harga BBM non-subsidi yang fluktuatif. “Irit bahan bakar, badan juga jadi sehat,” ucapnya.
Dengan dukungan penuh pimpinan dan partisipasi aktif ASN, Pemkab Pangkep optimistis Bike to Work tidak sekadar program seremonial, melainkan menjadi budaya baru yang berkelanjutan demi lingkungan yang lebih sehat dan ramah energi.


















