Bidik-jurnalis.com, Sikka – Suasana berbeda mewarnai hari pertama masuk sekolah di SDK Bhaktiyarsa Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8/2026).
Pascagempa bumi yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu, pihak sekolah tidak langsung memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) formal di dalam kelas, melainkan menggelar program trauma healing dan sosialisasi mitigasi bencana bagi para siswa.
Pantauan media ini pada Senin pagi, rutinitas sekolah upacara bendera yang biasanya mengawali hari Senin digantikan berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan untuk memulihkan kondisi psikologis anak dari rasa trauma.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi penanggulangan dan mitigasi bencana gempa bumi. Rangakaian acara kemudian dilanjutkan dengan trauma healing dan simulasi penanganan gempa bumi.
Para siswa terlihat antusias dan menyimak dengan serius materi mengenai langkah-langkah menyelamatkan dan melindungi diri saat terjadi gempa.
Kepala SDK Bhaktiyarsa Maumere, Suster Veronika Sunuina Dawan menegaskan penyesuaian hari pertama sekolah ini sangat penting.
Langkah ini diambil untuk memastikan mental dan psikologis para siswa kembali pulih, serta siap mengikuti pembelajaran formal secara aman dan nyaman sesuai arahan dari Dinas PKO setempat.
Walaupun gempa susulan sudah mulai berkurang, pihaknya tetap mengimbau kepada para siswa agar tetap waspada, tidak keluar dari lingkungan sekolah dan tetap dalam pengawasan guru.
“Kami menggunakan sistem pake shif (pembagian hari) bukan perbedaan jam.
Shif pertama pada Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara shif kedua pada
Selasa, Kamis, Sabtu selama satu minggu kedepan untuk semua kelas, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, ” ujar Suster Veronika.
“Harapan kami kepada orang tua, meskipun pembelajaran belum maksimal, mohon tetap menjaga anak-anak di rumah agar selalu aman dan nyaman. Kami disini fokus untuk memulihkan rasa trauma mereka, ” tambahnya.
Pihaknya akan memasang sirene gempa bumi dalam waktu dekat. Adapun aktivitas sekolah dimulai pukul 07.30 hingga pukul 10.00 WITA.
Rasa senang juga diungkapkan oleh siswa Kelas VI, Fia, Olive dan Tria. Mereka mengaku senang bisa kembali ke sekolah bertemu dengan teman-teman serta guru, meskipun sisa rasa trauma itu masih ada.
“Hari pertama ini kami menerima materi tentang mitigasi bencana, trauma healing dan simulasi penanganan gempa bumi. Kami senang bisa bermain lagi dengan teman-teman, dan mendapat ilmu tentang penanganan gempa. Rasa takut kami juga sudah mulai hilang karena ada materi trauma healing, ” ujar mereka dengan wajah berseri.
Salah satu orang tua siswa, Maria mengaku masih trauma dan waspada akibat gempa, sehingga ia memilih menunggu anaknya sampai pulang sekolah.
Walaupun demikian, ia merasa senang melihat anak-anak tampak gembira mengikuti berbagai kegiatan edukatif dari pihak sekolah untuk memulihkan trauma mereka.














