Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
BeritaDAERAHPangkep

Pemkab Pangkep Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor demi Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Primer

202
×

Pemkab Pangkep Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor demi Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Primer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

bidik-jurnalis.com, Pangkep — Pemerintah Kabupaten Pangkep memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan melalui Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Lintas Program/Lintas Sektor dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer (PKP) dan Komunitas Tingkat Kabupaten Pangkep.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Pangkep tersebut digelar di Gedung Al Hamid dan berlangsung selama dua hari, yakni pada 23–24 Juni 2026. Acara ini dihadiri oleh 231 peserta yang mencakup unsur organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, Tim Penggerak PKK, kepala puskesmas, organisasi profesi kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait.

Pertemuan strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pangkep, H. Muhammad Yusran Lalogau. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dibebankan solely kepada Dinas Kesehatan semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen.

“Dibutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak, terutama dalam upaya preventif dan peningkatan layanan kesehatan dasar. Di samping itu, kita tentu tetap berkomitmen memberikan pelayanan dan pengobatan yang optimal bagi masyarakat yang sakit,” ujar Yusran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Hj. Herlina, memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pencapaian program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden, khususnya terkait Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga Juni 2026, capaian program CKG di Kabupaten Pangkep telah menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka 73,25 persen.

Kendati demikian, tantangan masih dihadapi pada sektor penanggulangan TBC. Angka penemuan kasus TBC baru mencapai 28,29 persen, masih berada di bawah target periode berjalan yang dipatok sekitar 45 persen.

“Karena itu, kami sangat memerlukan dukungan lintas sektor untuk membantu mempercepat penemuan kasus TBC di tengah masyarakat, sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan medis secara komprehensif hingga sembuh,” pungkas Herlina.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250