Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
BeritaDAERAHPangkep

Pemprov Sulsel Ajak Warga Perkuat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Mangrove Dalam Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026

402
×

Pemprov Sulsel Ajak Warga Perkuat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Mangrove Dalam Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

bidik-jurnalis.com, Pangkep — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove. Langkah strategis ini dinilai krusial sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus melindungi wilayah pesisir.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Ishak Iskandar, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Penanaman Mangrove Serentak di Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Minggu (26/7/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema utama “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.

Dalam sambutannya, Ishak menjelaskan bahwa mangrove memiliki fungsi strategis yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menopang kehidupan masyarakat pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pantai dari ancaman abrasi dan terjangan gelombang, ekosistem mangrove juga menjadi habitat alami bagi berbagai biota penting seperti ikan, kepiting, udang, dan burung.

“Bakau juga memiliki fungsi besar dalam menyimpan karbon, menghasilkan oksigen, dan membantu menghadapi perubahan iklim,” ujar Ishak.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kesempatan tersebut, luas tutupan mangrove eksisting yang tersebar di 19 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan saat ini tercatat mencapai sekitar 10.907,35 hektare. Kendati demikian, angka tersebut masih terpaut jauh dari potensi habitat mangrove yang menjadi target penanaman dalam rangka pemulihan ekosistem, yakni mencapai sekitar 124.146,84 hektare.

Kondisi ini, menurut Ishak, menunjukkan bahwa tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Sulawesi Selatan masih sangat besar.

“Keberadaan bakau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, hingga penebangan yang tidak terkendali,” ungkapnya.

READ  Bhabinkamtibmas Bontoa Kawal Penyaluran Beras Bantuan Pemerintah

Melihat besarnya tantangan yang ada, Ishak menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem mangrove tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian dan aksi nyata. Menanam satu pohon mangrove adalah investasi bagi masa depan, demi pesisir yang lebih aman, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang,” serunya.

Secara nasional, ekosistem mangrove memegang peranan yang sangat vital sebagai benteng pertahanan ekologis yang melindungi sekitar 17.000 kilometer garis pantai di Indonesia serta menopang kehidupan kurang lebih 50 juta masyarakat pesisir. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional 2025, Indonesia tercatat memiliki kawasan mangrove seluas 3,45 juta hektare, yang merepresentasikan sekitar 20 hingga 25 persen dari total keseluruhan mangrove di dunia.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, rangkaian acara di Pangkep diisi dengan penanaman 7.000 bibit mangrove oleh Pemprov Sulsel bersama para pemangku kepentingan terkait, yang menjadi bagian dari Gerakan Penanaman Mangrove Serentak secara nasional.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250