bidik-jurnalis.com, Parepare – Menyambut usia ke-80 tahun, Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Rasul Parepare menggelar aksi bakti sosial bersih pantai di kawasan PantaiKu, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, pada Sabtu (20/6/2026) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema “Duc In Altum: Menjala Jiwa Dalam Kasih” ini diikuti dengan antusias oleh ratusan umat sejak pukul 06.30 WITA. Inisiatif tersebut merupakan gagasan langsung dari Pastor Paroki, RD. Simon Tunreng Mallata, yang didukung penuh oleh Dewan Pastoral Paroki (DEPAS) serta jajaran panitia HUT ke-80.
Menurut RD. Simon Tunreng Mallata, bakti sosial ini merupakan perwujudan konkret dari ekspresi iman Katolik.
“Dalam usia 80 tahun Gereja, kegiatan bakti sosial ini adalah wujud dari ekspresi iman Katolik kami. Ini juga menunjukkan sikap umat Katolik Parepare sebagai 100 persen warga negara Indonesia dan 100 persen sebagai warga Gereja Katolik,” ujar RD. Simon Tunreng Mallata.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa aksi ini merefleksikan komitmen Gereja dalam merajut kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Parepare yang majemuk.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata aksi membangun kebersamaan dalam nuansa toleransi. Mengingat Kota Parepare sebagai Kota Transit, kita ingin merangkul seluruh masyarakat dengan keberagaman suku, budaya, dan agama,” tambahnya.
Aksi bersih pantai ini juga menjadi bentuk respons Gereja terhadap panggilan merawat lingkungan hidup, yang selaras dengan pesan moral dalam Ensiklik Laudato Si karya Paus Fransiskus mengenai tanggung jawab global dalam menjaga bumi dari krisis iklim.
“Apa yang kita laksanakan hari ini, merupakan panggilan moral universal agar umat manusia bahu-membahu merawat ‘rumah bersama’ kita dari dampak buruk kerusakan ekologis dan perubahan iklim,” tegas RD. Simon Tunreng Mallata.
Pemilihan lokasi PantaiKu didasarkan pada perannya sebagai ruang publik strategis yang menjadi titik temu berbagai lapisan masyarakat. Melalui aksi ini, umat Katolik berupaya memberikan kontribusi positif bagi kebersihan lingkungan yang menjadi milik bersama seluruh warga kota.


Melalui momentum delapan dekade ini, Pastor Simon berharap umat Katolik Parepare dapat terus menjadi inspirasi dalam berkarya dan melayani sesama, dengan mengedepankan semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, hadir mendampingi Pastor Paroki yakni Ketua DEPAS, Aloysius Sandri, S.Pd, bersama jajaran pengurus lainnya, di antaranya Dr. Ns. Hendrick Sampeangin, S. Kep, M. Kes, Yustinus Silo, S.Pd, Yohanis Misi, dan Yahya Yudha Askary. Selain itu, hadir pula Ketua Panitia beserta jajaran, yakni Desi A. Taha, David Bren Pasande, SH, Yonatan Barrung, SE, dan Noldy Yosef Rengkuan, SE.M.Si. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat dengan kehadiran Hidayatullah.















