Bidik-jurnalis.com, PANGKEP – Ketangguhan personel Polri dalam menghadapi tantangan geografis kembali dibuktikan oleh Polsek Mandalle. Saat kebakaran hutan melanda area pegunungan Desa Coppo Tompong pada Rabu (26/8/2026), Kapolsek Mandalle IPTU Sudin tidak hanya memerintahkan anggotanya, tetapi langsung memimpin operasi pemadaman bersama TNI dan warga di lokasi yang sulit dijangkau.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA di tengah cuaca kemarau ekstrem. Untuk mencapai titik api, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Mandalle, Koramil 1421-06 Segeri Mandalle pimpinan Kapten Inf. Pattola, perangkat Desa Coppo Tompong, serta warga setempat harus menempuh perjalanan kaki selama satu jam penuh. Kondisi medan pendakian yang terjal dan akses terbatas menjadi tantangan utama, namun semangat gotong royong membuat tim berhasil tiba di lokasi pada pukul 14.15 WITA.
Berdasarkan identifikasi awal, penyebab kebakaran diduga kuat akibat gesekan bambu kering yang memicu percikan api. Api kemudian menjalar cepat ke daun dan ranting kering karena kondisi vegetasi yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau. Luas area yang sempat terbakar mencapai kurang lebih 70 are sebelum berhasil dikendalikan.
Mengingat keterbatasan alat berat di lokasi terpencil, IPTU Sudin menginstruksikan penggunaan metode tradisional namun efektif. Personel dan warga bergotong royong memukul-mukul bara api menggunakan ranting pohon untuk memutus rantai penyebaran api. Upaya ini berhasil menghentikan laju api dan mencegah kerugian ekologis yang lebih luas.
“Di daerah pegunungan seperti ini, respons cepat dan kolaborasi dengan warga adalah kunci. Alat seadanya bisa jadi solusi jika dilakukan dengan koordinasi yang solid,” tegas IPTU Sudin di lokasi kejadian.
Usai api padam, Kapolsek Mandalle menegaskan bahwa pemantauan tidak akan berhenti di situ. Tim akan melakukan patroli berkala di area terdampak untuk mengantisipasi hotspot baru atau bara api yang masih tersisa. Langkah preventif ini juga disertai edukasi kepada warga tentang bahaya membakar lahan sembarangan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari bahan mudah terbakar di musim kemarau.
Kegiatan pemadaman berjalan aman dan lancar, mencerminkan sinergitas TNI-Polri-Pemerintah Desa-Masyarakat (Tripika) yang solid dalam menjaga kelestarian alam dan keamanan wilayah Mandalle.














