Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Barru

Wabup Barru Pimpin Evaluasi PAD dan PBB-P2, Dorong Percepatan Digitalisasi Transaksi Daerah

4
×

Wabup Barru Pimpin Evaluasi PAD dan PBB-P2, Dorong Percepatan Digitalisasi Transaksi Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, Barru — Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., memimpin Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Triwulan II Tahun 2026, di Baruga Singkeru Adae, Rumah Jabatan Bupati Barru, Senin (31/8/2026).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Barru yang sebelumnya telah dibuka oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa PAD memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan terus meningkatkan inovasi, kreativitas, serta kolaborasi dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.

“PAD ini penting karena merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan kita. Karena itu, inovasi dan kreativitas harus terus kita tingkatkan,” ujar Abustan.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga membangun sistem pengelolaan pendapatan yang semakin efektif, transparan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut adalah percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Wakil Bupati mendorong agar penggunaan transaksi elektronik semakin diperluas, baik dalam kegiatan pemerintah maupun pembayaran berbagai jenis pajak dan retribusi daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

Ia meminta Bapenda bersama perangkat daerah terkait terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat maupun aparatur mengenai pemanfaatan transaksi digital, termasuk melalui QRIS.

“Semua kegiatan dan event yang ada diharapkan menggunakan transaksi elektronik. Ini bagian dari upaya kita mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi digital. Masyarakat diharapkan semakin terbiasa memanfaatkan layanan perbankan dan kanal pembayaran digital yang aman, mudah, dan efisien.

READ  Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V, Sekda Barru: Jadi Momentum Promosi Wisata dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Dalam evaluasi capaian PAD, pendapatan pajak daerah hingga Triwulan II 2026 tercatat mencapai 45,72 persen. Sementara itu, retribusi jasa umum berada pada kisaran 32 persen, retribusi jasa usaha sekitar 37 persen, dan retribusi perizinan tertentu telah mencapai sekitar 50 persen.

Wakil Bupati meminta capaian tersebut terus didorong melalui langkah-langkah strategis dan terukur, mengingat pelaksanaan tahun anggaran 2026 telah memasuki periode akhir.

Khusus PBB-P2, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum ekonomi masyarakat dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran. Menurutnya, pendekatan persuasif dan pelayanan yang baik akan menjadi kunci dalam mendorong masyarakat memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Manfaatkan momentum untuk meningkatkan PAD, tetapi lakukan dengan membahagiakan masyarakat. Pendekatannya harus persuasif dan memberikan pelayanan yang baik,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta rapat untuk menjadi teladan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, termasuk pembayaran PBB-P2 melalui kanal digital.

Pada sektor kesehatan, Wakil Bupati mendorong peningkatan kualitas pengelolaan retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit, termasuk melalui optimalisasi sistem pembayaran non-tunai.

Penguatan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) juga dinilai penting agar mampu memberikan layanan pengujian yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi komoditas daerah. Hal ini sekaligus diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung pengembangan produk unggulan Kabupaten Barru.

Di sektor perhubungan, Wakil Bupati mendorong dilakukannya pemetaan dan pengkajian kembali terhadap berbagai potensi retribusi parkir, pelayanan kepelabuhanan, serta pemanfaatan aset daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD secara optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Berbagai objek wisata di Kabupaten Barru diharapkan dapat dikelola secara profesional dengan tetap memperhatikan aspek pelayanan, kenyamanan, dan keberlanjutan.

READ  Bupati Barru Lantik 154 PNS dan 154 Pejabat, Tegaskan Jabatan Tanpa Titip-Titipan

Wakil Bupati menyampaikan bahwa pengembangan pola pengelolaan yang lebih profesional, termasuk kemungkinan penerapan pola BLUD pada objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, dapat menjadi bahan kajian untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Lebih jauh, Abustan menegaskan bahwa optimalisasi PAD harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, serta pengelola retribusi untuk memperkuat koordinasi dan membangun sinergi dalam menjalankan tugas masing-masing.

Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian utama dalam setiap upaya peningkatan pendapatan daerah. Karena itu, proses pemungutan pajak dan retribusi perlu dilakukan secara humanis, komunikatif, dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Yang kita lakukan bukan hanya bagaimana meningkatkan PAD, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan merasa nyaman,” ujarnya.

Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan evaluasi Triwulan II ini sebagai bahan perbaikan dan penguatan langkah ke depan.

Ia berharap melalui kolaborasi seluruh pihak, optimalisasi PAD dan PBB-P2 dapat terus ditingkatkan sehingga semakin memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barru.

“Jangan lengah. Kita harus terus berusaha, berkoordinasi, dan bekerja bersama untuk meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250