Bidik-jurnalis.com, Gowa – Sebagai respons konkret terhadap kerentanan geografis Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) SPACE Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) meluncurkan “Program Pakkatuju”. Aksi mitigasi pra-bencana yang berlangsung selama tiga hari (11–13 Juni 2026) ini menyasar seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga siswa sekolah dasar.
Program yang dimotori oleh 15 mahasiswa FT-UH ini bertujuan membangun sistem kesiapsiagaan yang kokoh dan berkelanjutan di tingkat tapak, mengingat Desa Lonjoboko merupakan wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana tanah longsor.
Pada 11–12 Juni 2026, kegiatan difokuskan pada masyarakat umum di empat dusun strategis: Dusun Tombongi, Kampung Beru, Dusun Galesong, dan Bontoloe. Tim menghadirkan pakar untuk memberikan pemahaman teknis mengenai kebencanaan.

Ir. Furqan Ali Yusuf, M.Eng., IPM., dari Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Sulsel, memaparkan pemetaan karakteristik kerentanan longsor secara visual melalui animasi interaktif. “Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini harus memberikan dampak nyata. Masyarakat tidak boleh lengah dan wajib meningkatkan kepekaan terhadap dinamika alam di sekeliling mereka,” tegas Ir. Furqan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas sekaligus perwakilan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ilham Alimuddin, S.T., MGIS., Ph.D., menekankan pentingnya manajemen risiko. “Kita tidak bisa menghentikan bencana alam, namun kita bisa melakukan banyak hal untuk meminimalisasi risikonya melalui mitigasi yang tepat,” ujar Dr. Ilham.
Pada Sabtu (13/6/2026), tim memperluas jangkauan edukasi ke SD Inpres Mala’lang dengan menerapkan metode Game-Based Preparedness Education bagi siswa kelas 5 dan 6. Metode ini menggunakan pendekatan permainan untuk mensimulasikan jalur evakuasi dan kemampuan problem solving saat kondisi darurat.
Kepala Sekolah SD Inpres Mala’lang, Yusrin, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami mengapresiasi model edukasi adaptif ini. Harapannya, ilmu yang diberikan tidak hanya dipahami siswa, tetapi juga dapat diterapkan oleh para guru di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Materi teknis evakuasi disampaikan oleh dosen praktisi Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Unhas, Ichsan Caesar Pratama, S.T., M.P.W.K., yang memaparkan prosedur penyelamatan diri secara mandiri serta cara meminimalkan risiko sekunder saat bencana terjadi.
Melalui Program Pakkatuju, Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH optimis dapat mentransformasi Desa Lonjoboko menjadi “Desa Tangguh Bencana”. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas setiap individu di desa tersebut untuk merespons potensi bahaya secara cepat, tepat, dan mandiri demi keselamatan kolektif.














