Bidik-jurnalis.com, Sikka – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK, meninjau langsung para pengungsi korban gempa bumi tektonik di Posko Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (28/8/2026).
​Jusuf Kalla bersama rombongan tiba di Maumere usai bertolak dari Surabaya dan mendarat di Bandara Frans Seda sekitar pukul 09.35 WITA.
Setibanya di lokasi pengungsian, Jusuf Kalla berdialog langsung dengan para penyintas untuk menyerap aspirasi dan melihat warga secara dekat.
​Dalam dialog tersebut, terungkap bahwa sebagian warga memilih bertahan di lokasi pengungsian, meskipun rumah mereka hanya mengalami kerusakan ringan.
Rasa trauma dan kecemasan akan potensi gempa susulan pada malam hari menjadi alasan utama warga belum berani pulang ke rumah, khususnya bagi warga yang memiliki bayi dan balita.
​Menanggapi kekuatiran masyarakat, Jusuf Kalla menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kewaspadaan, namun disaat yang sama menekankan agar proses rehabilitasi segera dilakukan.
Menurutnya, pemulihan aktivitas masyarakat mulai dari mata pencaharian hingga aktivitas sehari-hari harus menjadi prioritas agar kehidupan warga dapat kembali normal secara perlahan.
​Jusuf Kalla menjelaskan bahwa PMI telah menyalurkan bantuan logistik melalui jalur laut.
“Bantuan kemanusiaan dikirim melalui kapal yang berlabuh di Labuan Bajo kemudian didistribusikan ke berbagai daerah terdampak di Flores,” kata mantan Wakil Presiden tersebut.
Saat ditanya mengenai kebutuhan yang paling mendesak, para pengungsi secara serentak menyampaikan perlunya bantuan bahan pokok (sembako) serta beasiswa pendidikan untuk anak-anak mereka.
Menanggapi hal tersebut, Jusuf Kalla meminta warga untuk bersabar. Ia memastikan bantuan logistik maupun penanganan sektor pendidikan akan diselesaikan secara bertahap melalui kerja sama pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat.
Bupati Sikka, Juventus, yang turut mendampingi kunjungan tersebut melaporkan bahwa jumlah warga yang berada di Posko Gelora Samador mencapai 655 jiwa.
“Penanganan bencana ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan PMI Kabupaten Sikka,” kata Juventus.
Ia menambahkan, selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, dan tempat tidur, relawan dari Kementerian Sosial turut memberikan layanan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak serta pendampingan bagi orang tua.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Masyarakat pun diimbau untuk tidak mempercayai informasi bohong (hoaks) di media sosial dan hanya merujuk pada saluran informasi resmi pemerintah.











