bidik-jurnalis.com, Pangkep — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Langkah strategis ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya dalam menghasilkan karya tulis bermutu yang mengangkat sejarah, tradisi, serta kearifan lokal Pangkep.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta pilihan yang terdiri atas unsur mahasiswa, guru, dan siswa SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangkep. Selama sesi pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai teknik penulisan berbasis riset, metode penggalian sumber sejarah lokal yang akurat, hingga strategi mengemas cerita budaya menjadi karya yang menarik, mudah dipahami, serta relevan bagi pembaca lintas generasi.
Pelaksanaan Bimtek dibagi ke dalam dua tahap utama:
-
Tahap Pertama (15 Juli 2026): Difokuskan pada pembekalan materi dasar dan teknik kepenulisan.
-
Tahap Kedua (23 Juli 2026): Dijadwalkan sebagai sesi finalisasi, pendampingan, serta penyempurnaan naskah yang telah disusun oleh para peserta.
Mewakili pemerintah daerah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Pangkep, Hj. Najemiah, saat membuka kegiatan secara resmi menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya. Ia menekankan agar output dari pelatihan ini tidak berhenti sekadar pada peningkatan kemampuan individu.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada proses pelatihan semata, tetapi mampu menghasilkan karya nyata berupa buku, artikel, cerita rakyat, dokumentasi sejarah lokal, maupun konten digital berkualitas,” ungkap Hj. Najemiah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata misi dinas dalam mendorong lahirnya penulis-penulis lokal yang andal dalam mendokumentasikan kekayaan budaya daerah.
Menurutnya, fokus utama kegiatan ini adalah mentransformasikan tradisi lisan dan cerita rakyat Pangkep menjadi karya tulis berbentuk buku. Langkah ini diharapkan mampu memperkaya sumber literasi daerah sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi masa depan.
“Tujuannya, bagaimana cerita rakyat yang ada di tengah masyarakat dapat dituangkan dalam tulisan. Insyaallah ke depan karya-karya ini akan dibukukan dan ditempatkan di perpustakaan-perpustakaan,” jelas Abbas Hasan.
Melalui penyelenggaraan Bimtek ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep menargetkan lahirnya gelombang baru penulis lokal yang produktif. Hasil karya tulis berbasis budaya lokal tersebut nantinya diproyeksikan untuk dimanfaatkan sebagai:
-
Referensi penunjang dunia pendidikan.
-
Media pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.
-
Sarana promosi potensi daerah di tingkat nasional maupun platform digital.














