Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
BeritaDAERAHPangkep

Pemkab Pangkep Luncurkan Program “Tiker Berhadiah” untuk Tekan Kasus Leptospirosis

406
×

Pemkab Pangkep Luncurkan Program “Tiker Berhadiah” untuk Tekan Kasus Leptospirosis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

bidik-jurnalis.com, Pangkep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) meluncurkan inovasi berbasis insentif bertajuk Program Tikus Berhadiah (TIBER). Program ini digagas untuk mengajak masyarakat aktif menangkap tikus guna menekan penyebaran penyakit Leptospirosis sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Peresmian program tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, di Kampung Majannang, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Rabu (24/6/2026).

TIBER merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa Bulu Cindea dan Puskesmas Bowong Cindea dalam upaya mengendalikan populasi tikus sebagai vektor utama penularan penyakit berbasis lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Yusran Lalogau menegaskan bahwa ancaman Leptospirosis tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam keselamatan jiwa.

“Leptospirosis ini tidak boleh dianggap remeh. Penyakit akibat kencing tikus bisa menyerang ginjal, menyebabkan perdarahan pada paru-paru, bahkan berujung pada kematian,” ujar Yusran.

Sebagai stimulus, pemerintah memberikan insentif sebesar Rp5.000 untuk setiap ekor tikus yang berhasil ditangkap. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi warga dalam mengendalikan populasi hewan pengerat tersebut sekaligus memperbaiki kualitas sanitasi di lingkungan pemukiman.

Sementara itu, Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis insentif ini diambil menyusul masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pengendalian tikus secara mandiri sebelumnya.

  • “Warga yang berhasil menangkap dan menyerahkan tikus dalam kondisi utuh akan menerima penghargaan sebesar Rp5.000 per ekor. Insentif ini khusus diberikan untuk tikus yang ditangkap di wilayah Desa Bulu Cindea,” jelas Made Ali.

Rangkaian Penyaluran Bantuan

Peluncuran program ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Pangkep, yang dirangkaikan dengan penyerahan 130 unit alat penangkap tikus kepada warga sebagai sarana pendukung operasional.

READ  Peringati HUT Propam ke-24, Si Propam Polres Pangkep Salurkan Bantuan Sosial ke Yayasan Fisabilillah Mandiri

Pada momentum yang sama, Pemerintah Desa Bulu Cindear juga menyalurkan sejumlah bantuan kesejahteraan kepada masyarakat, yang meliputi:

  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk periode April–Juni.

  • Insentif khusus bagi kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).

  • Bantuan prasarana air bersih, berupa 16 unit tandon air dan 20 unit pompa air.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Pangkep berharap Program TIBER dapat berkembang menjadi gerakan gotong royong yang berkelanjutan. Langkah ini dioptimalkan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam meminimalisir risiko penyebaran Leptospirosis serta mendongkrak derajat kesehatan lingkungan secara menyeluruh.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250