Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Berita

Tonny Djogo Kupas Paradoks Kopi Bajawa dalam Orasi Ilmiah Promosi Doktor di UKSW Salatiga

3
×

Tonny Djogo Kupas Paradoks Kopi Bajawa dalam Orasi Ilmiah Promosi Doktor di UKSW Salatiga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bidik-jurnalis.com, SALATIGA – Akademisi dan peneliti Antonius Paschalis Yosef Djogo atau yang akrab disapa Tonny Djogo memaparkan hasil penelitiannya tentang tata kelola kopi Bajawa dalam Orasi Ilmiah Ujian Promosi dan Yudisium Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).

Orasi ilmiah yang berlangsung di Ruang G 505, Gedung G UKSW, Jalan Diponegoro, Salatiga, mengangkat tema “Paradoks di Balik Cita Rasa Kopi Bajawa: Kelembagaan dan Kebijakan Sistem Produksi Kopi.” Sidang promosi doktor dipimpin Dekan Fakultas Interdisiplin UKSW, Aldi Herindra Lasso, S.Pd., MM.Par., Ph.D.

Dalam sidang tersebut, Tonny Djogo didampingi Promotor Prof. Dr. Daniel Daud Kameo, Ph.D., serta dua Ko-Promotor, yakni Prof. Dr. Intiyas Utama, S.E., M.Si., Ak., yang juga menjabat Rektor UKSW, dan Dr. Lasmoni. Dewan penguji terdiri atas Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S., Dr. Wilson M.A. Therik, S.E., M.Si., serta penguji eksternal Dr. Luftan Makmun, S.ST., M.P. dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang.

Dalam orasinya, Tonny mengungkapkan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kondisi Kopi Arabika Flores Bajawa, yang memiliki reputasi nasional hingga internasional serta nilai ekonomi tinggi, namun justru mengalami penurunan produksi dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, berbagai upaya peningkatan produksi yang selama ini dilakukan masih bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar persoalan secara sistemik.

“Pendekatan perbaikan produksi kopi yang sudah dilakukan terjebak pada upaya perbaikan jangka pendek tanpa mengatasi akar masalah secara sistemik, yang merupakan akar kegagalan struktural,” ujar Tonny.

Ia menjelaskan, perbaikan teknik budidaya memang mampu meningkatkan hasil dalam waktu singkat, namun tidak berkelanjutan. Begitu pula penguatan kelembagaan melalui koperasi, Unit Pengolahan Hasil (UPH), maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang dinilai belum mampu memberikan dampak jangka panjang.

Selain itu, berbagai intervensi di sektor pemasaran juga belum berhasil meningkatkan luas tanam, produksi, maupun kesejahteraan petani kopi karena masih dilakukan secara terpisah tanpa integrasi antara aspek budidaya, kelembagaan, kebijakan, dan pasar.

Tonny menilai salah satu persoalan utama adalah belum adanya perencanaan yang terpadu dalam pengembangan kopi Bajawa. Menurutnya, hingga kini pemerintah belum memiliki peta jalan (roadmap), rencana induk (grand design), maupun kebijakan yang tersinkronisasi untuk pengembangan kopi Bajawa, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Dalam disertasinya, Tonny memperkenalkan model analisis perangkap kelembagaan-kebijakan-pasar untuk menjelaskan bagaimana interaksi ketiga aspek tersebut membentuk struktur insentif yang akhirnya memengaruhi kinerja sistem produksi kopi Bajawa.

Menurutnya, lemahnya kelembagaan lokal menyebabkan kebijakan menjadi kurang efektif. Sebaliknya, kebijakan yang masih parsial belum mampu memperkuat organisasi petani maupun sistem budidaya, sementara struktur pasar yang tidak seimbang semakin memperlemah posisi tawar petani.

“Kondisi tersebut menciptakan siklus negatif yang mendorong alih fungsi lahan dan menyebabkan produksi kopi terus menurun secara berkelanjutan,” jelasnya.

Di akhir orasi, Tonny menyampaikan apresiasi kepada Promotor, Ko-Promotor, seluruh Dewan Penguji, serta Program Doktor Fakultas Interdisiplin UKSW atas dukungan selama proses studi dan penyusunan disertasinya.

Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat dan Dr. Josef A. Nae Soi, Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018–2023, yang menurutnya telah memberikan dukungan finansial secara pribadi selama proses studi dan penelitian.

“Saya menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Bapak Dr. Viktor Laiskodat dan Bapak Dr. Josef A. Nae Soi yang secara pribadi memberikan dukungan finansial untuk studi dan penelitian hingga disertasi ini dapat diselesaikan,” tuturnya.

Orasi ilmiah tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT periode 2018–2023 Dr. Josef A. Nae Soi bersama istri, Maria Fransiska Jogho, keluarga besar Tonny Djogo, serta sejumlah kerabat dan tamu undangan.

0Shares
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Example 1000x250 Example 1000x250