Bidik-jurnalis.com, Sikka – Relawan aksi peduli gempa Flores dari Diaspora warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) menyalurkan bantuan kemanusiaan ke seluruh wilayah terdampak Kabupaten Sikka pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Para relawan menyusuri jalan rusak, berdebu dan berlubang menuju wilayah terisolir Kampung Bora Blupur, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, NTT, untuk menyalurkan bantuan.
Bantuan berupa paket sembako dan air mineral ini untuk menjawab kebutuhan darurat warga yang sejak Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu mengungsi depan rumah di bawah tenda darurat terpal usang untuk berlindung.
Relawan Aksi Peduli Flores, Florida Tati Setiawati yang juga adalah Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi NTT di Jakarta, organisasi masyarakat, forum pemuda, dan lainnya.
Bantuan disalurkan langsung kepada penyintas terdampak gempa 7.7 M di kecamatan Bola, yakni di Desa Burabekor, Wolokoli, Wolonwalu dan Hokor.
Posko utama berada di Kantor Penghubung Pemprov NTT di Jakarta dengan dukungan Kementerian, diaspora, dan masyarakat.
Pihaknya juga berencana membantu pendistribusian air bersih bagi warga Bora Blupur. Meski menghadapi medan berat dan jalan tak beraspal, tim Relawan Aksi Peduli Flores tetap bersemangat menemui para penyintas dan berharap kondisi disana segera pulih agar warga beraktivitas seperti biasa.
Penjabat Kepala Desa Bura Bekor, Antonius Moa mengatakan, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan ada tujuh rumah yang sangat terdampak, dengan dua diantaranya mengalami keretakan parah.
Adapun rincian data penduduk per posko, Posko 1 yang berada di RT 014 menampung 27 Kepala Keluarga (KK) atau 88 jiwa, terdiri dari 44 laki-laki dan 44 perempuan, termasuk 7 bayi/balita.
Posko 2 di RT 015 menampung 20 KK atau 65 jiwa, terdiri dari 32 laki-laki dan 33 perempuan termasuk 2 bayi/balita. Posko 3 di RT 016 menampung 15 KK atau 48 jiwa, terdiri dari 23 laki-laki dan 25 perempuan termasuk 5 bayi/balita.
Warga masih membutuhkan bantuan air bersih dan penerangan listrik. Warga terpaksa membeli air dari luar seharga Rp. 200.000 per 1.100 liter. Untuk menuju ke lokasi mata air terdekat di wilayah desa tetangga, yakni desa Blatatatin, Kecamatan Kangae, warga harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer.
Antonius menyampaikan, bantuan darurat dari Posko BPBD Kabupaten Sikka dan Kecamatan Bola telah disalurkan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ketua RT Setempat, Florianus Baba menyampaikan terimakasih kepada pemerintah dan Relawan Aksi Peduli Flores dari Diaspora warga NTT di Jabodetabek yang telah memberikan bantuan.
“Terimakasih atas semua bantuannya, namun kami masih membutuhkan bantuan air besar dan listrik untuk penerangan pada malam hari, ” ujar Florianus.














