Bidik-jurnalis.com, Sikka – Gerindra Kabupaten Sikka bersama DPD Gerindra NTT, Badan Gizi Nasional (BGN), Yayasan Peduli Nian Tana serta Yayasan Garuda Bakti Flores menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta makanan bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7, 7 di Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk sinergi antara DPD Gerindra NTT dan DPC Gerindra Sikka, Badan Gizi Nasional serta dapur MBG, Yayasan Peduli Nian Tana dan Yayasan Garuda Bakti Flores.
Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Sikka, Hubertus Moni mengatakan bahwa paket bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan bahan pokok dan paket makanan siap saji difokuskan bagi para penyintas dan warga yang mengungsi akibat guncangan gempa liat di kabupaten Sikka.
“Kami bekerja sama dengan dapur MBG dari Yayasan Peduli Nian Tana dan Yayasan Bakti Flores untuk melayani warga masyarakat yang mengungsi di Gelora Samadaor, ” ujarnya kepada media ini, Minggu (16/8/2026) malam di Gelora Samadaor Maumere.
Sejak kemarin Sabtu (15/8/2026), pihaknya telah mendistribusikan 763 paket makanan siap saji dan pada Minggu (16/8/2026) kembali mendistribusikan 900 paket makanan siap saji, sehingga total makanan siap saji yang disalurkan mencapai 1.663 paket.
Selain makanan siap saji, bantuan sembako berupa beras, mie instan, telur, dan air mineral juga disalurkan kepada warga terdampak di beberapa wilayah antara lain, Desa Nangahlae, Kecamatan Talibura.
Desa Seusina, Kecamatan Kangae, kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Desa Bhera, Desa Dobo di Kecamatan Mego serta Desa Ribang, Kecamatan Nita.
Hubertus menambahkan, langkah ini merupakan instruksi dari DPP Gerindra agar seluruh jajaran partai di tingkat Kabupaten se-NTT, khususnya di pulau Flores yang mengalami bencana, bergerak cepat menangani masa darurat di hari pertama, kedua, dan hari-hari berikutnya jika masih dibutuhkan.
Melalui aksi kepedulian ini, Gerindra berharap dapat menggerakkan pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Kristian Amstrong menyampaikan apresiasi kepada Gerindra, BGN, dan Dapur MBG yang telah memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak gempa bumi.
Pemerintah tetap membuka ruang bagi pihak yang peduli terhadap kemanusiaan, namun setiap pemberi bantuan wajib berkoordinasi pemerintah melalui sekretariat posko penanggulangan bencana alam BPBD.
Pihaknya memastikan seluruh pengungsi di Gelora Samadaor tercukupi kebutuhannya. Pemerintah telah mendirikan dapur umum, sementara bantuan dari MBG tetap diterima untuk melengkapi kebutuhan warga yang belum terjangkau dapur umum.
“Para pengungsi di Gelora Samadaor selalu mendapat jatah makan pagi, siang, dan malam setiap harinya, ” ujar Amstrong yang biasa disapa.
Ia menyebutkan ttotal warga yang mengungsi di Gelora Samadaor sampai dengan Minggu (16/8/2026) malam mencapai 1.943 orang. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 826 pada Sabtu (15/8).
Pemerintah tetap menerima penambahan ini, karena warga masih trauma untuk kembali ke rumah. Pengamanan dan kebutuhan warga menjadi tanggung jawab pemerintah agar mereka merasa aman.
“Para pengungsi akan berada di lokasi pengungsian sampai keadaan alam dinyatakan normal oleh BMKG, ” ujar Amstrong.
Seorang pengungsi di Gelora Samadaor, Andi Imra dari kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang mengaku terbantu dengan adanya distribusi makanan siap saji dari dapur MBG dan partai Gerindra.
“Terimakasih partai Gerindra dan dapur MBG sudah bantu kami makanan siap saji. Makanan ini saya berikan untuk anak-anak, ” ujarnya.
Ia menyebutkan, selama berada di posko Gelora Samadaor, kebutuhan makan pagi, siang, dan malam tercukupi. Setiap hari makan ayam dan sayur.
Meski demikian, ia bersama keluarganya masih enggan kembali ke rumah karena trauma dan takut potensi gempa susulan.
Ia dan keluarganya memilih bertahan di Stadion Gelora Samadaor, sementara suaminya memilih berjaga dan mengungsi di atas kapal di perairan Wuring.














